Mencintai Ibu Pertiwi Seperti Ibumu Sendiri

Gambar

Mencintai diri sendiri amat mudah dilakukan. Tapi berbeda saat dirimu belajar untuk mencintai orang lain sama seperti dirimu sendiri. Egoisme dan sifat individualitas manusia menutupi pikiran logika seperti benang laba-laba yang menutupi renggangnya jarak antara dedaunan, rapat.

Mungkin ada sebuah cara untuk belajar mencintai orang lain seperti dirimu. “Kasihilah Tuhanmu dengan segenap hatimu,dengan segenap jiwamu, dan segenap akal budimu. Kasihilah sesamu manusia seperti dirimu sendiri.” Kira-kira seperti itulah pesan Tuhan di dalam kitabNya.

Belajar mencintai ibu pertiwi bisa menjadi salah satu pertimbangan. Dalam kehidupan sehari-hari, entah karena sibuknya rutinitas dari senin – minggu atau padatnya pekerjaan kita yang menuntut segala fokus dalam kepala untuk cepat-cepat menuntaskannya. Kita seringkali lupa dengan keadaan Ibu Pertiwi. Seolah kita tak pernah merasakan bahwa negeri ini sedang terkoyak-koyak tak berdaya. Bukan karena tetangga yang meraung-raung terus mengejek. Bukan karena bangsa lain yang menjajah. Tetapi ulah anak-anaknya sendiri yang kerapkali durhaka lupa akan ibunya.

Betul bila dikatakan surga ada ditelapak kaki ibu. Betul bila ibu adalah gambaran simbolisasi akan keadilan. Ibu adalah manusia terkuat di dunia. Ibu adalah sumber dari segala hal. Ibulah yang melahirkan para pemimpin yang bijak dalam menunaikan tugasnya. Bahkan kemegahan firaun, kejayaan bangsa mongol, besarnya kekayaan dari sulaiman, luasnya kekuasaan raja-raja nusantara tak lepas dari rahim seorang ibu.

Bagaimana bila kalimat Tuhan kita pakai sebagai jargon untuk mencintai ibu pertiwi. Cintailah Ibu pertiwi seperti mencintai ibumu sendiri. Bukankah kita tak pernah tega melihat ibu menangis dalam sudut-sudut kamar karena memikirkan anaknya yang durhaka, lupa akan ibunya. Ibu menangis karena anaknya merusak alam yang menjadi sandaran hidup mereka sehari-hari. Melihat anaknya melakukan pertumpaharan darah diantara saudara – saudara kandungnya, saudara sebangsa.

Egoisme, eksklusifitas, kekerasan, keinginan untuk memenuhi hasrat pribadi dan kelompok, tak akan lagi terlihat bila setiap anak bangsa menanamkan dalam dirinya untuk mengasihi sesama manusia seperti dirimu sendiri. Mencintai ibu pertiwi seperti mencintai ibumu sendiri.

Terinspirasi saat mencuci piring dirumah.

3 thoughts on “Mencintai Ibu Pertiwi Seperti Ibumu Sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s